oleh Aprizal Rahmatullah - detikPemilu
Selasa 21 April 2009 - 01:13:19
Ats-Tsalatsa, 25 Rabi Al-Thani 1430 H

Jakarta - Wacana boikot pilpres yang dicetuskan kelompok Teuku Umar dinilai berbahaya. Jika pilpres diboikot, bukan tidak mungkin bangsa ini akan mengarah pada kondisi krisis. "Saya rasa itu sesuatu yang harus dicermati secara hati-hati dan mendalam. Jangan sampai kita membawa bangsa ini ke arah krisis," ujar Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza mahendra usai mengikuti Musyawarah Dewan Partai Bulan Bintang di Hotel Grand Cempaka, Jl Soeprapto, Jakarta, Senin (20/4/2009).
Yusril menjelaskan, sikap memboikot pilpres bukanlah hal yang dewasa. Segala masalah yang tersisa dari pileg justru harus kita sikapi seperti seorang negarawan.
"Dalam situasi yang sulit seperti ini dan ke depan akan bertambah sulit, fokus pikiran kita adalah bagaimana menyelamatkan bangsa," imbuhnya.
berita Kantor Hukum Boy Yendra Tamin dan Rekan: PILPRES DIBOIKOT, INDONESIA BISA MENGALAMI KRISIS
Menurut guru besar Hukum Tata Negara FH UI ini, sangat berbahaya jika pada pilpres nanti hanya calon incumbent yang maju sendiri. Kondisi tersebut tentu menyebabkan tahapan pilpres tidak bisa dilanjutkan.
berita Kantor Hukum Boy Yendra Tamin dan Rekan: PILPRES DIBOIKOT, INDONESIA BISA MENGALAMI KRISIS
"Kalau pada 20 Oktober nanti tidak ada presiden yang baru maka negara ini dalam keadaan darurat," pungkasnya.
berita Kantor Hukum Boy Yendra Tamin dan Rekan: PILPRES DIBOIKOT, INDONESIA BISA MENGALAMI KRISIS
Sebelumnya, kelompok Teuku Umar menyatakan akan memboikot pilpres nanti jika tuntutan agar masalah pileg kemarin tidak ditanggapi. Kelompok Teuku Umar adalah gabungan tokoh dan ketua parpol yang memprotes penyelenggaraan pemilu karena dinilai gagal memberikan fairness.
berita Kantor Hukum Boy Yendra Tamin dan Rekan: PILPRES DIBOIKOT, INDONESIA BISA MENGALAMI KRISIS
Mereka terdiri dari Megawati, Prabowo, Wiranto, Gusdur dan beberapa ketua partai lainnya. Para tokoh ini pernah menggelar pertemuan di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat. ( ape / sho )
Sumber:pemilu.detiknews.com I Selasa, 21/04/2009 00:35 WIB